Making Change
Postingan ini, lanjutan dari materi-materi yang disampaikan oleh Bapak Lucky B Pangau, S.Sos, MM, yang membahas tentang Making Change atau bisa diartikan dengan Melakukan Perubahan Total.
Banyak orang mencintai perubahan, tetapi kenyataannya tidak ada.
Banyak orang yang mengatakan bahwa senang dengan perubahan, tetapi beda dengan kenyataan yang ada, terkadang malah terbalik. Terkadang seseorang mudah mengucapkan atau menyampaikan sesuatu hal tentang suatu perubahan, tetapi tidak bisa dalam merubah diri sendiri. Bisa mengatakan perubahan juga harus dibarengi dengan fakta yang ada.
Ada beberapa alasan bagi orang yang tidak suka perubahan, yaitu:
- Merasa enak di daerah itu (comfort zone).
- Takut Gagal.
- Selalu mengeluh, tidak berusaha.
- Tidak menyadari yang dilakukan.
- Tidak menerima pendapat orang lain.
Tujuan perubahan, antara lain:
- Mengoptimalkan potensi diri.
- Mencapai prestasi lebih cepat.
- Mencapai target yang ditetapkan.
- Mengisi kehidupan lebih optimal.
Kita tak bisa mengubah orang lain, tetapi kita bisa merubah diri, kitalah yang harus berubah.
Kita tidak bisa mengubah arah angin, akan tetapi bisa mengubah arah sayap.Sebuah contoh, Ulat menyadari dirinya harus berubah, dia ingin seindah kupu-kupu, disukai, dan bermanfaat bagi yang lainnya, karena itu ingin berubah. Dia harus rela berdiam diri menjadi kepompong dalam waktu yang lama. Sebarat apapun perjuangannya, dia akan lakukan demi perubahan yang lebih baik. Setelah lama berdiam diri, ulat menjadi suatu pribadi yang baru, yang lebih bermanfaat, menyenangkan, dan disukai dalam wujud kupu-kupu.
Lalu, bagaimana dengan kita! Jangan kalah dengan seekor ulat, yang awalnya tidak disukai menjijikan, tetapi setelah melakukan perubahan dia bisa menjadi pribadi yang baru.
Jangan terlambat dalam melakukan perubahan.Jika seseorang sudah merasa nyaman dengan posisi dirinya, dia sebenarnya malah dalam keadaan bahaya, karena disaat merasa nyaman dia sukan untuk melakukan perubahan, hanya itu-itu saja yang dilakukan tanpa perubahan yang berarti, yang terjebak dalam sebuah kesenangan yang semu, maka bila ingin berubah sulit untuk dilakukannya, karena tidak menyadari dirinya dalam keadaan bahaya.
Jadi, sebelum terlambat, lakukanlah sebuah perubahan. Berikut perubahan yang ada:
Change Your Body
- Perbaiki cara berbusana.
- Perilaku menjadi lebih sigap, sopan
- Olahraga & kebugaran.
- Sikap tubuh, duduk dengan cara yang benar, cara berjalan yang baik.
- Gesture, tampil prima, menyenangkan diri, dan orang lain.
Change Your Mind
- Outbox thinker (kreatif).
- Outstanding thinker (berbeda).
- Breakturn (melakukan terobosan).
Change Your Soul
Hati merupakan sumber energi terbesar. Karena itu, berikan asupan makanan yang sehat untuk hati, makanan untuk hati dapat berupa iman, cinta, selalu penuh kasih, mudah mengampuni kesalahan orang, memaafkan, ikhlas, bersyukur, melakukan hal-hal yang menyenangkan. Dan jagalah hati dari AIDS, yaitu:
- A : Arogan
- I : Iri
- D : Dengki
- S : Sombong
Bila seseorang menyakiti hati kita, janganlah melawan, balaslah dengan kebaikan, suatu
saat orang yang menyakiti kita akan menyadarinya dengan sendirinya.
Bila seseorang meremahkan kita, biarkanlah, tetaplah berusaha sungguh-sungguh dan selalu intropeksi diri untuk kebaikan diri. Dan janganlah meremehkan orang tersebut, sanjunglah.
Bila seseorang tidak suka dengan kita, tetap tersenyumlah, dan utamakan intropeksi diri, selalu merendah walau bisa.
Jangan merasa bisa, tapi bisalah untuk merasa.
Lakukanlah suatu perubahan sebelum terlambat, nikmati dan syukuri setiap prosesnya, dan bersiaplah menjadi pribadi yang baru.

0 komentar:
Post a Comment